Selasa, 25 Oktober 2011

Alergi


 Secara umum yang dimaksud alergi secara medis adalah adanya penolakan tubuh atas masuknya zat asing ke dalam tubuh. Penolakan ini mengakibatkan adanya perubahan pada tubuh yang menandakan reaksi penolakan biasanya berupa mual, muntah maupun gatal-gatal. Pada kasus yang sangat serius alergi dapat menimbulkan hilangnya keseimbangan kerja organ tubuh dan dapat mengakibatkan resiko yang lebih fatal.
Reaksi alergi suatu respon imun yang berlebihan dengan derajat bevariasi mulai dari yang ringan samapai berat terhadap subsanti tertentu yang dalam keadaan normal sebenarnya tidak membahayakan. Reaksi alergi bersifat individual, artinya subtansi yang menyebabkan alergi untuk individu belum tentu sama dengan penyebab alergi individu yang lain.
Penyebab Alergi
Zat yang menimbulkan reaksi alergi atau yang biasa disebut dengan alergen dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran nafas, saluran cerna, suntikan atau menempel pada kulit. Contohnya : tungau (atau dust mite, sejenis kutu pada debu rumah), spora jamur, bulu kucing, kecoak, susu, kerang, telur, kacang, ikan laut, kosmetik dan logam seperti perhiasan dan jam tangan, vaksin, obat injeksi, dll.

Pencetus Alergi 
Timbulnya gejala alergi bukan saja dipengaruhi oleh penyebab alergi, tapi juga dipengaruhi oleh pencetus alergi. Beberapa hal yang menyulut atau mencetuskan timbulnya alergi disebut faktor pencetus. Faktor pencetus tersebut dapat berupa faktor fisik seperti dingin, panas atau hujan, kelelahan, aktifitas berlebihan tertawa, menangis, berlari,olahraga. Faktor psikis berupa kecemasan, sedih, stress atau ketakutan.
  • Faktor hormonal juga memicu terjadinya alergi pada orang dewasa. Faktor gangguan kesimbangan hormonal itu berpengaruh sebagai pemicu alergi biasanya terjadi saat kehamilan dan menstruasi. Sehingga banyak ibu hamil mengeluh batuk lama, gatal-gatal dan asma terjadi terus menerus selama kehamilan. Demikian juga saat mentruasi seringkali seorang wanita mengeluh sakit kepala, nyeri perut dan sebagainya.
  • Faktor pencetus sebetulnya bukan penyebab  serangan alergi, tetapi menyulut terjadinya serangan alergi. Bila mengkonsumsi makanan penyebab alergi disertai dengan adanya pencetus  maka  keluhan atau gejala alergi  yang timbul jadi lebih berat. Tetapi bila tidak mengkonsumsi makana penyebab alergi meskipun terdapat pencetus, keluhan alergi tidak akan muncul. Pencetus alergi tidak akan berarti bila penyebab alergi makanan dikendalikan.
  • Hal ini yang dapat menjelaskan kenapa suatu ketika meskipun dingin, kehujanan,  kelelahan atau aktifitas berlebihan  seorang penderita asma tidak kambuh. Karena saat itu penderita tersebut sementara terhindar dari penyebab alergi seperti makanan, debu dan sebagainya. Namun bila mengkonsumsi makanan penyebab alergi bila terkena dingin atau terkena pencetus lainnya keluhan alergi yang timbul lebih berat. Jadi pendapat tentang adanya alergi dingin mungkin keliru.